Thoughts

Tempat Yang ‘Pas’

pernah ngebayangin gak kalo kita beli kulkas yang mewah (misalkan yang harganya 10-jutaan), tapi ditaronya di ruang tamu?
apa jadinya? NORAK!! alias kampungan… lebih bagus kan kalau kulkas biasa-biasa aja tapi ditaronya di dapur atau ruang makan.
Maksudnya sesuatu harus pada tempatnya.. setuju kan?
Nah, kalau kita nanti lulusan ITB tempatnya dimana ya yang pantes?
MNC-kah atau apa?

Bagaimanapun juga bobroknya institusi ini sekarang, tapi menurut saya kita-kita ini masih merupakan anak-anak bangsa dengan potensi yang lebih besar daripada anak-anak yang lain. Kalau kata “Uncle Ben”-mah “with great power comes great responsibility”.

Jadi peneliti?Bosan!
Jadi Dosen?Gak makmur!
Jadi Birokrat?Malu!

Enaknya kita cari tempat yang aman dan nyaman…
Asiknya kita urusin aja hal-hal yang gampang…
jadi pegawai mungkin…pegawainya siapa???
bule-bule itu??

Apabila kita sebagai kaum lini depan saja bermental ‘budak’
Apa yang akan terjadi dengan saudara-saudara kita yang lain??
Selama ini kita selalu silau, selalu terpana dengan semua yang berbau luar (baik timur maupun barat). Kita selalu menunduk sambil merem, takut.

Karena dulu juga pernah ngobrol bareng igun:
Jadi peneliti emang bosenin, tapi kalau bukan kita siapa lagi? Karena kita memang anak-anak yang telah diberkahi dengan kecerdasan lebih…

Intinya :
Kalau kita aja para pemain lini depan terus bertahan dibelakang, gimana nasib para bek dan gelandang?
Kalau kita aja maunya ngurusin yang gampang, hidup enak(materi), dan cari aman terus, gamana nasib bangsa ini?
Apakah kita memang bangsa budak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s