Documentaries

Konser Bjork: Prolog

Kemarin, satu hari yang sangat indah terjadi, entah bagaimana, Tuhan begitu baiknya, saya akhirnya menonton konser Bjork.

Dari dulu saya sangat menyukai musik, dan datang menonton konser adalah salah satu hal yang paling menyenangkan. Ada suatu pengalaman tertentu dalam menonton konser. Mulai dari perjalanan menuju konser yang penuh dengan ekspektasi dan antusiasme. Kemudian detik-detik penantian yang begitu tegang menunggu mulainya konser itu, biasanya kemudian ketika sang artis keluar untuk muncul ke panggung semua penonton langsung teriak histeris. Suasana ketika konser yang begitu heboh, teriak-teriak lepas, merinding-merindingnya, kejutan-kejutan, wah semuanya. Dalam konser (terutama dalam musik rock), terjadi luapan emosi dari ribuan orang yang, wow, membuat suasanya menjadi begitu luar biasa.

Tapi dalam kenyataannya, tidak semua konser menjadi menarik. Hal ini saya alami beberapa kali, sebuah konser menjadi ‘basi’ dan tidak berkesan. Penyebabnya: musisi yang tidak terlalu handal, panitia yang kurang profesional, dan penonton yang ‘cupu’. Yang paling tidak asik adalah ketika para penonton ‘jaim’, duh menyebalkan. Ketika hal itu terjadi saya merasa jadi orang yang hiperaktif, padahal hanya ingin menikmati konsernya saja.

Tapi kemarin, dalam konser Bjork itu harapan saya akan sebuah konser terpenuhi. Memang tidak 100%, ya kira-kira 90%, tapi itu sudah cukup sekali. Saya benar-benar mendapat ‘a damn great concert experience’. Mulai dari perjalanan menuju venue, sampai perjalanan pulang kembali ke Bandung, semua terisi oleh kejadian yang seru. Yang membuat saya kehilangan 10% adalah: saya duduk di tribun (jarak pandang agak jauh, jadi sulit melihat ekspresi si-Bjork-nya), saya hanya menonton berdua dengan adik saya (lebih seru kalo rame-rame pastinya), sehabis pulang langsung cabut dari venue (padahal ingin sekali menunggu dan menyapa Bjork langsung). Tapi well, saya sangat bersyukur sekali atas kejadian kemarin.

Nah, untuk itu saya akan menuliskan bagaimana pengalaman saya itu di blog ini. Saya akan membagi dalam beberapa tulisan. Tulisan yang ini hanya prolog saja begitu, nanti akan ada bagian pra-konser, dalam konser, pasca konser, dan encore. Selamat membaca dan menikmati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s