Thoughts

Ada Yang Aneh Dengan Para Tukang Gorengan Ini

gorengan adalah kudapan terpopuler di Indonesia (mungkin, ini cuman basa-basi kata pembuka saja kok). Walaupun saya bukan penggemar berat gorengan, tapi saya sudah mulai mengkonsumsinya sejak kecil sekali dulu (mungkin sejak kelas 1 SD). Dinamika gorengan cukup terekam di kepala saya sehingga saya punya sedikit kisah dan pemikiran mengenainya.

Selain adanya perkembangan variasi produk (jenis gorengan maupun bumbu pelengkap), perkembangan harga justru menjadi perhatian yang lebih menggelitik saya. Dulu sekali saya ingat harga 1 potong gorengan adalah 200, jadi 1000 dapat 5. Kemudian selanjutnya menjadi 1000 dapat 4. Naik lagi hingga 1000 hanya dapat 3. Sampai saat itu saya masih tenang mengikuti perkembangan harga yang menurut saya wajar sesuai dengan arus. Hingga suatu hari (sudah tahun 2008) saya kaget, ketika mau membeli gorengan ternyata kini 1000 cuman dapat 2. Gila, segitu parahnyakah inflasi di Indonesia? Saya langsung panik juga memikirkan bahwa tentunya kenaikan gila-gilaan ini disebabkan kenaikan harga minyak dll. Saya ketakutan ketika membayangkan ketika sekerat pisang yang dibalut tepung terigu dan minyak saja sudah seharga 500 rupiah sepotongnya. Saya panik membayangkan kenaikan-harga-kenaikan-harga gila-gilaan yang akan terjadi selanjutnya. Walaupun tentunya kepanikan ini hanya sementara dan selanjutnya hari-hari saya kembali normal tanpa adanya pemikiran aneh, paling tidak sampai hari ini (kepanikan sementara ini tentunya fenomena yang disadari pemerintah, sehingga tidak pernah ada keseganan atau keengganan menaikkan harga-harga sembako).

Tadi sore saya membeli gorengan sebanyak 4 biji dan menemukan ‘keanehan’, yang mana ‘keanehan’ itu saya temukan juga ketika membeli gorengan dua hari yang lalu pada tukang gorengan yang berbeda. Jadi saya coba simpulkan ‘keanehan’ itu memang terjadi, dan saya simpulkan ‘keanehan’ itu dipicu oleh naiknya harga gorengan. Agar pembaca tidak penasaran, ‘keanehan’ yang saya maksud adalah:
1- ukuran gorengan yang lebih besar daripada sebelum kenaikan harga
2- kantong kertas digantikan oleh kantong kresek plastik
3- rasa gorengan yang lebih enak (sepertinya penggantian minyak goreng kini lebih sering)

Munculnya keanehan tersebut terus terang melegakan saya, karena:

Saya dari dulu selalu kesal dan curiga setiap ada kenaikan harga komoditas. Saya benci sekali dengan para pedagang yang menaikkan harga dengan persentase yang melebihi persentase kenaikan harga bahan bakar ataupun bahan bakunya. Hal ini seolah-olah menjadikan ‘moment’ kenaikan harga bahan bakar sebagai peluang meningkatkan margin keuntungan, tanpa memikirkan nasib konsumen. Tetapi ‘keanehan’ yang muncul di tukang gorengan ini menandakan bahwa peningkatan pemasukan dari kenaikan harga ternyata dialokasikan lagi untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Salut, dengan mental tidak kemaruk ini. Semoga para business man di Indonesia meniru perilaku yang satu itu, ya!

Tetapi ‘keanehan’ yang benar-benar aneh adalah penggunaan kresek plastik. Memang kresek plastik lebih bersih, kuat, dan tidak bisa ditembus oleh minyak. Tetapi, sampah plastik merupakan limbah yang paling sulit didaur ulang. Mengingat bahwa dunia sudah mau kiamat akibat pemanasan global, saya pilih kantong kertas saja pak!

One thought on “Ada Yang Aneh Dengan Para Tukang Gorengan Ini

  1. sekedar mitos: katanya tukang gorengan yang suka jualan di depan gerbang ganesha kalo malem (seorang pak tua), adalah seorang orang kaya. Beliau katanya jualan gorengan hanya supaya gak nganggur. Sedikit petunjuk akan kebenaran mitos ini, jam tangan yang dipakainya bermerk RADO (sebuah merk mahal). Kata orang pula dia gak pernah peduli orang yang ngambil gorengan itu bayar apa enggak. Entahlah, namanya juga urban legend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s