Thoughts

Ibu, Siomay, dan Mbo Djum

Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat hebat. Dibalik kesederhanaan penampilannya, Ibuku selalu mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang produktif. Begitu bangganya saya pada Ibu, yang bisa memaksimalkan kemampuannya untuk kebaikan.

Kegiatan ibu-ibu kebanyakan seperti arisan, pengajian, memasak, dll sudah menjadi kebiasaannya. Yang sedikit membedakan Ibu dari ibu-ibu yang lain adalah bahwa Ibu juga suka menerima pesanan makanan. Beberapa menu andalannya seperti siomay, pempek, gudeg, bubur ayam, dan juga kue-kue seperti lapis legit sering dipesan untuk mengisi konsumsi acara-acara di lingkungan kami dulu di Balikpapan. Hingga akhirnya pesanan juga masuk dari kerabat yang lebih luas. Pesanan yang masuk menjadi banyak dan sering, dapur dirumah kami pun berubah menjadi shop floor (lantai produksi).

Mengapa masakan Ibu berhasil dipasarkan? Memang rasanya enak sekali, terutama siomay-nya, karena di kota Balikpapan dulu hampir tidak ada yang bisa membuat Siomay Bandung yang enak (atau sering disebut juga Baso Tahu). Siomay adalah produk unggulan Ibu, karena frekuensi order-nya yang paling besar. Walaupun tentunya masakan Ibu yang lain juga tidak kalah enaknya.

Sejarahnya, dulu di Balikpapan ada seorang tante bernama tante Nani yang ahli memasak. Pada jaman itu, Ibu belum menjadi seorang penerima pesanan makanan. Tante Nani pada akhirnya harus meninggalkan kota Balikpapan dikarenakan suaminya akan berdinas ke Jakarta. Sebagai kenang-kenangan, tante Nani memanggil beberapa ibu-ibu untuk diwariskan ilmu memasaknya. Kebetulan Ibu ikut sesi tersebut, namun bedanya Ibu terus mengasah dan melatih kemampuannya selepas diajari oleh tante Nani sedangkan ibu-ibu lain tidak terlalu antusias. Akhirnya Ibu menjadi seorang ahli juga dan bisa mengambil alih pasaran pesanan makanan yang sebelumnya dipegang oleh tante Nani.

Keberhasilan Ibu menjual siomay, sangatlah hebat. Pernah suatu ketika ada restoran di Balikpapan yang menawarkan kerjasama dalam bentuk agen tunggal. Jadi si restoran akan memesan secara besar dan rutin ke Ibu tetapi Ibu tidak boleh menjual sendiri ke tempat lain. Penawaran ini ditolak Ibu. Bila dikuantifikasikan pun, profit yang dihasilkan Ibu cukup besar hingga cukup untuk digunakan Ibu berbelanja tas-tas ber-merk.

Ini adalah jendela dapur/shop floor rumahku dulu di Balikpapan

Namun, keberhasilan terbesar siomay Ibu menurut saya adalah ketika kini usaha siomay itu bisa mengangkat harkat martabat Mbo Djum. Mbo Djum adalah asisten Ibu, yang dulu membantu urusan general affairs di rumah kami di Balikpapan. Awalnya Ibu membuat masakan-masakan tersebut sendiri, namun akhirnya Mbo Djum pun diajari dan bisa membantu proses produksi dan Ibu hanya fokus mengurus penjualan, dan belanja. Pada tahun 2009, Ibu dan Bapak harus pindah dari Balikpapan karena kepindahan dinas Bapak. Alhasil seluruh ilmu per-siomay-an harus diwariskan ke Mbo Djum, beserta seluruh alat produksi yang biasa digunakan. Setelah itu, Mbo Djum mengambil alih usaha siomay Ibu. Kini sudah tahun 2011, Ibu menanyakan ke Mbo Djum dan alhamdulillah Mbo Djum berhasil konsisten meneruskannya. Betapa hebatnya Ibu, yang bisa membantu Mbo Djum dan keluarganya kini hidup dari menerima pesanan siomay. Aset peralatan, aset daftar konsumen, dan ilmu pembuatan siomay dihibahkan ke Mbo Djum untuk menjadi modal Mbo Djum.

Kita semua saat ini sedang berusaha berkontribusi ke masyarakat. Mencoba membuka lapangan pekerjaan, supaya jumlah orang yang miskin bisa berkurang. Banyak orang yang suka memberi sumbangan, tetapi ada juga yang berprinsip lebih baik memberikan tongkat pancing dan umpan ketimbang ikannya. Apa yang membuat saya bangga, diam-diam Ibu sudah melalukan itu semua dengan konkrit dan dengan kesederhanaan yang sangat elegan.

Mudah-mudahan, kita semua terutama saya yang sudah menghabiskan banyak resource untuk kuliah dll, bisa melakukan hal yang sama seperti Ibu dengan skala yang jauh lebih besar. Amiin. I love you Mum.

4 thoughts on “Ibu, Siomay, dan Mbo Djum

  1. wow, menjadi tergerak untuk menulis tentang Ibu setelah baca tulisan ini nTo🙂
    mudah2an kita semua bisa semakin sayang & lebih sayang lagi kepada Ibu kita😀
    note: err, gw jadi pengen makan siomay buatan nyokap lo, nTo,, haha

  2. Halo guys! Thanx for your comments! Iya nanti kalo pada main ke Bandung kabarin yak…tar biar dibikinin siomay ala nyokap gw…dijamin gak ada dua-nya hehehehe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s