Feelings / Thoughts

Makna Korea

Setiap ingin buka yahoo mail, aku mesti masuk halapan depan Yahoo! dulu. Jadi suka baca infotainment nya juga, dan tadi aku ‘click’ cerita dibawah ini.

http://id.omg.yahoo.com/blogs/mengapa-selebritas-korea-bunuh-diri-syanne_susita-5.html

 

Yang terlintas dikepalaku pada saat aku baca cerita tersebut, malahan sebuah memori masa kecil ku. Saat ini aku sudah kelas 3 SMP (tahun 1999), sedang diatas pesawat terbang dari Balikpapan ke Jakarta. Aku duduk di sebelah seorang bisnis man asal Korea yang sudah tinggal 5 tahun di pondok pinang, Jakarta. Lalu terjadi sebuah percakapan kecil diantara kami. Percakapan yang masih kusimpan dengan baik dalam ingatanku dan terpicu keluar gara-gara artikel bunuh diri tadi.

Sebagai seorang anak SMP aku senang mempraktekan bahasa inggris ku dengan orang asing. Saat itu dengan tidak sadar dia orang Korea, kusapa dia dan kutanya apakah dia orang Jepang. Sapaan sederhana ku itu ternyata ditanggapi dengan cukup serius oleh beliau, karena beliau ingin mengkoreksi ku bahwa dia BUKAN orang Jepang melainkan orang Korea. Ketika dengan reflek ku bilang orang Korea  mirip orang Jepang, dia jadi semakin serius dan mengeluarkan kertas dan pulpen. Lalu menjelaskan dengan sejarah migrasi manusia dari daratan Cina, ke Korea, barulah tiba di Jepang. Dia menggaris bawahi berdasarkan proses tadi, orang jepang lah yang mirip orang Korea, bukan sebaliknya.

Kutangkap kesan, harga diri orang Korea tinggi sekali ya. Kini hal tersebut bermakna lebih dalam dimana di keseharian kita lihat ekonomi, industri, pop-culture dan teknologi orang Korea memang mulai mengalahkan Jepang. Aku akhirnya tahu bahwa visi mereka memang adahal untuk menyalib prestasi Jepang. Dimana tiap detik kerja keras dan ucuran keringat mereka didekasikan untuk balapan tersebut. Teman juga ada yang cerita betapa kerasnya perjuangan masyarakat korea demi mengangkat posisi mereka. Hmm, dan itu semua diraih dengan proses yang sudah dimulai dari cukup lama dulu ya ternyata…..salut.

Percakapan berlanjut diantara kami. Dan muncul poin kedua yang membuat percakapan kami begitu terkenangnya. Si oom korea bertanya “Kamu mau kuliah dimana nanti?” Langsung kujawab “MIT!”. Itulah si Anto kecil, yang penuh mimpi dan optimisme. Kenapa ya aku tidak jadi kuliah di MIT? Hehe, prestasiku di masa SMU anjlok parah. Jujur saja jika aku punya satu kesempatan untuk mengubah masa lalu, masa SMU ku itulah yang ingin ku ubah.

Tapi inti cerita ini bukan penyesalan itu. Tapi rasa syukur dan terimakasih ku pada Allah SWT, kini aku telah diberi-Nya kesempatan untuk me-redeem all my lost years. Setelah melanglang buana tidak jelas lulus kuliah dan kerja di bidang yang bukan passion ku. Aku dibukakan jalan untuk kuliah lagi yang kupercaya bisa membawaku ke bidang yang lebih sreg. It feels so right this time! Although i cannot diminish the fear 100%, let us just pray and try for the best! Maju jalan kayak orang Korea!

One thought on “Makna Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s