Thoughts

Bisakah Kita Semua Maju Bersama?

Halo Semua!
Langsung saja pada pertanyaan: bagaimana melawan penguasa yang korup?
Beberapa bulan hidup di Perancis memberikan saya beberapa pemikiran. Bangsa perancis juga dulu sebelum revolusi, merupakan bangsa yang penuh penindasan. Hingga akhirnya masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya melawan. Dibawah ini adalah link, sebuah lukisan yang dipajang dalam Musee de Louvre, terlihat Marianne (simbol negara Perancis) memimpin perlawanan dimana Marianne sebetulnya hanyalah sebuah ‘hantu’ dan wujud nyatanya adalah anak kecil dibelakangnya. Kini Negara Perancis selalu percaya akan semangat: Liberte, Egalite, dan Fraternite.
Bukan berarti di Indonesia harus ada pergolakan berdarah lagi, tapi apakah di masa depan kita bisa memiliki suatu masyarakat yang adil dan makmur? Itu kembali pada kita masing-masing sanggupkah kita bersikap adil?
Menurut saya manusia-manusia Indonesia harus berubah.
Saya punya sedikit teori (yang silahkan dikritisi) bahwa: yang membuat penyelewengan adalah para penguasa, yang menjadi penguasa saat ini adalah generasi terdahulu. Jadi saya pikir setelah terjadinya pergantian generasi situasi pasti akan membaik.
Hanya saja pertanyaannya adalah apakah dalam proses pergantian generasi, apakah kita-kita ini calon penguasa bisa mempertahankan prinsip untuk menjadi adil?
Jika melihat fenomena di masyarakat, saya sangat optimis melihat kawan-kawan PPI-Perancis dan kawan-kawan saya pun di Indonesia terlihat memiliki komitmen untuk menjadikan Indonesia lebih baik, menjadi adil dan makmur.
Tapi jika melihat kasus gayus tambunan dan nazarudin, saya takut sekali kok ternyata orang-orang muda (dibawah 40 tahun) seperti mereka sudah menjadi koruptor???
Pertama, tantangan ada pada diri masing-masing: apakah kita bisa terus menjaga perilaku adil. Agar pada saatnya kita memimpin bangsa, kita bisa menjadi pemimpin yang adil.
Kedua, sanggupkah kita menghardik orang yang zhalim? Kala kita melihat/mengetahui ada kerabat kita (bisa jadi lebih tua, atau bahkan orang tua kita) melakukan kejahatan cukup beranikah kita untuk menegaskan bahwa dia salah.
Terus terang saya merasa naluri bangsa kita saat ini belum memadai untuk hal ini. Ini pula salah satu hal yang menurut saya perlu dirubah. Berani berkata “ya” pada yang benar dan “tidak” pada yang salah. Dengan segala resiko: dihajar aparat, dikucilkan masyarakat, kehilangan nafkah, menyusahkan keluarga, dll. Saya tahu ini berat dan sulit.
Satu-satunya cara mempermudah, saya rasa adalah dengan maju bersama. Saling mengingatkan, saling memperkuat, saling membantu……….kita-kita ini…………..yang ingin Indonesia jadi negara yang adil dan makmur…………
Salam,
nTo
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s