Thoughts

Lanjutkan…

Ceritanya, ada temen yang bikin tulisan tentang menceritakan mimpimu

Gak tau itu tautannya jalan atau enggak…

Tapi boleh deh sebagai balasan, aku akan menuliskan dengan singkat rencana kelanjutan dari petualangan hidup ini.

Berhubung saat ini sedang menyelesaikan thesis untuk S2, jadi ya ini harus diberesin dulu. Targetnya sih akhir Juni sudah kelar.

Nah, sekarang harus cari kerja nih supaya gak nganggur abis lulus nanti. Pengennya kerja di bidang energi alternatif, jangan oil & gas exploration. Paling suka kalo yang memanfaatkan sampah jadi sumber daya.

Saat ini sih thesisnya berhubungan juga, yaitu bagaimana memanfaatkan gas buangan dari pengeboran dan proses produksi minyak & gas supaya tidak dibakar (flaring) tapi dimanfaatkan lagi.

Sebetulnya, cita-cita yang lumayan kongkrit adalah ingin kuliah MBA di Stanford, dengan beasiswa penuh. Mungkin nanti setelah usia 35 tahun ya.

Kenapa begitu lama?

Ya karena berdasarkan pengetahuan saat ini, untuk dapat masuk ke sana kita gak cukup jadi orang pintar dan kreatif. Tapi harus sudah membuktikan bahwa kita memang berprestasi atau mempunyai karya nyata dalam membawa perubahan dan kontribusi pada masyarakat.

Lalu prestasi semacam apa yang mau diraih dalam tempo 10 tahun ini? Sebetulnya ini mungkin back to basic saja. Saya ingin membangun perusahaan di bidang energi alternatif di Indonesia, dengan fokus utama menyebarkan akses energi di luar Jawa. Perusahaan ini tidak mesti punya saya, yang penting perusahaan yang punya visi yang sama dengan saya.

Manfaat yang ingin dikejar dari hal ini sebetulnya adalah ingin membuka lapangan pekerjaan selain memberikan pasokan energi murah ke masyarakat yang membutuhkan. Membuka lapangan pekerjaan yang dilengkapi dengan pengembangan kualitas SDM. Nanti, perusahaan ini harus mampu mempelajari teknologi-teknologi yang digunakan karena cita-cita luhurnya kita bisa membuat sendiri alat-alat yang diperlukan.

Capek dengan perusahaan yang hanya bisa beli dan pasang. Walaupun di awal mungkin baru mampu seperti ini, tapi harus berani membuat juga nantinya. Bila ini terwujud maka akan ada kerjasama yang sangat menguntungkan dengan industri-industri lokal lain. Dan selanjutnya sebagaimana multiplier effect semakin banyak lapangan pekerjaan bisa terciptakan.

Lalu kenapa saya mencari kerja sehabis lulus S2? Ya ini untuk bayar hutang educational loan yang diambil untuk membiayain kuliah S2. Sambil juga mengumpulkan modal, dan menimba ilmu. Jadi mungkin kerjanya tidak akan lebih dari 5 tahun. Kalo bisa cari kerja yang lumayan fleksibel supaya bisa sambil berkegiatan di luar. Hal ini sangat mungkin bila saya dapat kerja di Norwegia atau Australia sepertinya. Karena di sana jam kerja sangat fleksibel walaupun bayarannya sangat tinggi juga. Dan seperti saya katakan sebelumnya, saya tidak mesti bikin perusahaan sendiri, yang penting membantu mengembangkan perusahaan. Jadi kalo dapat kerja di suatu perusahaan lokal yang berprospek walaupun harus rada spartan di awal itu tidak apa.

Lagi-lagi terinspirasi oleh seorang sahabat yang duluan mau masuk Stanford, seorang yang sangat gigih dan berani, pemilik perusahaan ini. Sambil bantu-bantu saya jadi lihat ada apa sih dengan MBA stanford. Dari daftar perkuliahan, dan ujian masuknya, saya merasa nyambung dengan apa yang mereka mau coba bangun. Perasaan saya adalah kalo saya bisa datang ke sana, saya bisa bertemu orang-orang sejenis dan tentunya ini akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

Hanya saja, apa betul saya layak berada di sana? Untuk itu mulai sekarang sampai kurang dari 10 tahun ke depan, saya harus mulai membangun prestasi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s