Thoughts

Dukung Penuh Para Entrepreneur Indonesia

Studi S2 saya akhirnya selesai. Tentunya selain pelajaran teknis yang diperoleh dalam kelas, pengalaman hidup di Perancis dan Norwegia telah memberikan wawasan dan pencerahan yang berharga pula. Pelajaran ini menyentuh berbagai segi kehidupan dan sukses membuat saya bagaikan menjadi orang baru. Tulisan ini saya buat untuk menggambarkan salah satu pencerahan yang saya peroleh, meski mungkin ini hal yang lumrah dan sudah diketahui banyak orang.

Waktu itu saya sebal, mengapa sih bangsa Indonesia yang konon kaya dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lumayan pesat selalu saja tertinggal dalam urusan kemakmuran. Indonesia menempati urutan ke-16 di dunia dalam urusan GDP (Gross Domestic Product), salah satu indikator perekonomian makro. Hal ini menggambarkan ukuran ekonomi Indonesia sangat besar dan diperhitungan di kancah internasional. Sayangnya, jumlah penduduk Indonesia menempati urutan ke-4 yang berarti ketika GDP itu dibagi dengan jumlah penduduk maka membuat anjlok angka GDP per capita, dimana indikator inilah yang lebih dapat mendekati pengukuran kemakmuran suatu negara. Maka itulah bila dibandingkan dengan Malaysia atau Thailand, Indonesia bisa dibilang kalah ‘makmur’ saat ini.

Lantas, untuk memperbaiki ini sederhananya ada dua cara: tingkatkan GDP atau kurangi populasi. Meski saya sangat mendukung program KB, di sini saya ingin lebih membahas bagaimana para entrepreneur sangatlah dapat berperan dalam peningkatan GDP tersebut.

Mengutip dari Wikipedia: “Gross domestic product (GDP) is the market value of all officially recognized final goods and services produced within a country in a given period of time.” Maka perlu dipahami bahwa GDP itu dihitung bukan dari jumlah riil/fisik barang maupun jasa yang dihasilkan, melainkan dalam bentuk VALUE-nya yang pada ujungnya berupa nilai uang (sialnya dalam bentuk USD).

Disinilah mengapa, Perancis, sebuah negara yang jauh lebih kecil dari Indonesia dan tentunya tidak punya sumber daya mineral maupun agrikultur sebanyak Indonesia bisa memiliki GDP yang lebih dari 3 kali lipat besar GDP Indonesia. Mereka banyak menghasilkan produk dengan value yang tinggi. Agar tidak mengawang-ngawang, mari kita lihat betapa banyak merk / produk Perancis yang sangat terkenal kualitasnya dan digandrungi masyarakat dunia. Produk-produk mereka meliputi makanan, pakaian, otomotif, penerbangan, komunikasi, asuransi, produk olahraga, kosmetik, industri berat, dsb.

Akibat dari kreatifitas, kerajinan, dan ide-ide mereka maka berbagai produk tersebut dapat memiliki VALUE yang jauh lebih tinggi daripada nilai intrinsik asli dari barang tersebut. Satu tas Louis Vuitton mungkin dijual seharga 1000 Euro meski ongkos produksinya hanya 100 Euro. Kreatifitas dan entrepreneurship yang mengangkat VALUE nya. Produk mereka pun dapat dijual mahal, laku, dan membuat Perancis memiliki GDP yang sangat besar meski penduduknya hanya 65 juta. Terbayang mereka pastinya lebih ‘makmur’ ketimbang kita.

Ketika saya di Perancis, saya memang melihat betul bagaimana jiwa kreatifitas, kemandirian, dan rasa percaya diri akan karya sendiri itu begitu tertanam dan menjadi ciri khas mereka. Mulai dari para ahli pembuat roti yang tersebar di setiap perkampungan, para pengrajin seni, maupun banyaknya perusahaan start-up yang didirikan para lulusan perguruan tinggi di sana. Tentunya tidak ada produk yang bisa berhasil begitu saja. Penghargaan mereka akan tradisi juga memiliki andil. Tradisi lama yang terus menerus disempurnakan membuat makanan Perancis seperti Croissant, Macaroon, dan makanan lainnya begitu diidolakan di dunia.

Hal tersebut tidak saya jumpai lagi ketika saya di Norwegia. Kali ini suasananya kembali mirip di Indonesia, dimana pasar produk dan jasa dikuasai oleh merk asing. Banyaknya restoran dan toko-toko waralaba, yang menunjukkan kurangnya bakat dan hasrat berkarya mandiri. Memang bisa dikatakan tidak ada merk Norwegia yang mendunia. Untungnya, mereka sangat kaya akan hasil minyak dan gas bumi. Mereka adalah supplier utama gas bumi untuk Eropa. Dengan populasi yang hanya 5 juta, tentunya kemakmuran mereka langsung terjamin. Tetapi, bila tidak ada sumber daya itu maka Norwegia hanyalah negara biasa lain yang kelimpungan memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri.

Mudah-mudahan penjelasan dan perbandingan diatas bisa menggambarkan mengapa saya jadi sangat mendukung teman-teman yang ingin menjadi wirausahawan. Dari dulu saya mendukung, tetapi ketika sadar kontribusi mereka secara menyeluruh pada tingkat kemakmuran bangsa, dukungan yang ingin saya berikan menjadi begitu besarnya. Teman-teman yang berwirausaha, dapat menciptakan VALUE melalui kreatifitas mereka. Apapun itu, barang hasil bumi ataupun karya tradisi Indonesia seharusnya bisa ditingkatkan kualitasnya sehigga memiliki VALUE berlipat ganda. Dijual dengan harga mahal dan digandrungi masyarakat internasional. Dengan begini, lebih banyak lapangan pekerjaan tercipta dan makin tinggi pula tingkat pemasukan masyarakat Indonesia.

Contoh produk Indonesia yang sudah ber-VALUE tinggi, mungkin seperti kopi Luwak, tas Bodypack, dan kain Batik. Tapi pastinya masih banyak lagi tradisi lokal yang bisa semakin diperbagus dan dijual dengan harga tinggi. Dengan kreatifitas dan ketekunan kita semua. Jadi mari kita dukung para entrepreneur Indonesia, dan terutama cintailah produk dalam negeri! Dukungan kita adalah investasi untuk kemakmuran bangsa Indonesia di masa depan loh!

4 thoughts on “Dukung Penuh Para Entrepreneur Indonesia

  1. Terimakasih wak adi! Contoh kongkret produk Indonesia yang mendunia: INDOMIE!
    Dia punya pabrik di Nigeria, dan penjualannya sampai menjamah Eropa. Saya saksi mata sendiri bagaimana Indomie digandrungi orang Afrika, dan beberapa orang Eropa.

  2. Intinya balik juga ke entrepreneurship ya to.. Sayangnya masih nyaman jadi pegawai nih,, harus belajar keluar dari comfort zone, hehe

  3. Eva,

    Thanx comment-nya…..
    Sebetulnya yang penting menurut gw adalah dukung produk dalam negeri terutama produk-produk yang punya value tinggi.
    Kalo memang lu merasa kontribusi terbaik dengan menjadi pegawai…., bisa juga dengan menjadi pegawai di perusahaan Indonesia tersebut….
    Anyway saat ini lu dah banyak membantu negara lewat pemasukan pajak kok…hehehehe…dont worry be happy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s